Kamis, 31 Mei 2012


PENGALAMAN PRAKTIK KDPK di RSUD KODYA SEMARANG


Kusangka Garam Ternyata Gula

Tara,,,,,masih berjumpa lagi nich dengan blog novita si endut. Pada kesempatan kali ini novi akan bercerita tentang pengalaman praktik KDPK ( Ketrampilan Dasar Praktik Klinik ) yang tepatnya di RSUD Kodya Semarang. Yaitu Rumah Sakit paling top diantara yang terngetop.^_^. Untuk itu,mari kita simak sepenggal cerita dari novi berikut ini.
Tanggal 21 Mei- 16 Juni itulah hari yang dijadwalkan pada mahasiswi tingkat I semester II prodi DIII Akbid Pemkab Kudus jalur reguler jauh sebelim bulan Mei datang. Tiga bulan sebelum berangkat praktik,jadwal dimana tempat kita akan berpraktik mulai diedarkan. Yang dulunya pada penasaran mengenai tempat praktiknya, kini terjawablah sudah. Ketika baca-baca dan baca, ternyata saya dapat di RSUD Kodya Semarang. Ditengah-tengah suasana yang penuh histeris,saya hanya bisa termenung dengan prosentase 60% seneng dan 49% sedih. 60% seneng karena terbebas dari rumah sakit yang selama ini banyak ditakutkan oleh mahasisiwi. Sedangkan 40% sedih dikarenakan saya belum tau karakter rumah sakit yang akan saya tempati. Karena pada tahun-tahun sebelumnya rumah sakit di semarang khususnya RSUD Kodya sudah lama tidak ditempati.pada tahun ini rumah sakit yang ditempati diantaranya yaitu ;
  1. Wilayah Kudus * RS Daerah Kudus dan * RSI NU Kudus
  2. Wilayah Demak *RSUD Sunan Kalijaga Demak dan * RSI NU Demak
  3. Wilayah Jepara * RSUD R.A Kartini Jepara dan * RSUD Kelet Prov Jateng
  4. Wilayah Rembang *RSUD dr. R. Soetrasno Rembang
  5. Wilayah Semarang * RSUD Kodya Semarang dan * RSU Tugu Rejo Semarang
Dari ke-9 rumah sakit tersebut ada 7 RS yang menjadi langganan rutin untuk praktik kecuali RS wilayah Semarang.
Dimana teman-teman yang mendapatkan salah satu dari ke-7 RS tersebut dapat mulai belajar memehami RS yang akan ditempati dari kakak tingkat. Sedangkan saya hanya menjadi pendengar setia dari cerita teman-teman mengenai RS yang akan mereka tempati. Dari cerita-cerita tersebut dapat saya ambil sedikit pelajaran meskipun bukan dari RS yang akan saya tempati. Disamping itu juga ada rasa ketakutan dalam hati yang berfikir enggak-enggak tentang RS Kodya. Setelah hari demi hari terlewati,minggu demi minggu terlampaui, dan bulan demi bulan terlalui, rasa deg-degan takut sedih,risau,tak ketinggalan pula rasa GALAU. Rasanya campur aduk menjadi satu.

Selama H-7 sampai H-2 jantung terasa lebih berdetak semakin kencang seperti genderang yang mau perang.(kayak lagunya Ahmad Dani). Ketika H-1 tepatnya hari minggukeyika di rumah saya minta di do'ain macem-macem oleh Bapak Ibu. Sore kembali keasrama dab pada malam harinya kita memulai untuk packing-packing. Dan itulah puncak dari rasa ketakutan (kata orang-orang pinter itu namanya syndroma pra praktek). Mulai dari awal packing-packing badan rasanya lemes semua. Lagi-lagi jantung terasa berdetak lebih kencang, dan darah mengalir lebih deras dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Kami hanya bisa pasrah menghadapi nasib kedepan. Kalau enak yah alhamdulillah, kalau kurang enak yah masyaallah (^_^).

Pagi jam 04.30 kami sekelompok mulai bersiap-siap. O iya lupa, kami satu kelompok ini mterdiri dari 10 orang. Diantaranya yaitu: saya sendiri ( Novita Sari), Lina Reksani, Messayu Alisa P, rISTI a, Shopita A, Bunga A, Cintya A, Ratna DJ, Ulyatus S dan yang terakhir Willy Aditya. Kami bersepuluh berangkat pada jam 06.00 WIB bersama bu Diah Anggraeni AMK sebagai koordinator praktik KDPK dan pak Sys sebagai driver dari mobil L300 yang kami tumpangi. Dapat kita banyangkan, ternyata mobil begitu besrnya untuk memuat 10 orang mahasiswa beserta barang-barangnya alhamdulillah cukuplah sesak ^_^. Ruang gerak di dalam mobil sangatlah terbatas. Lagi-lagi kita harus bersabar menerima apa yang terjadi. Pasti ada hikmah dibalik semua ini.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, akhirnya sampai juga di RSUD Kodya Semarang. Langkah demi langkah kumantapkan hati. Sebelum sampai ketempat penyerahan kami sempat dibuat tercengang oleh kejadian yang amat sangat tidak pernah terlintas sedikitpun di benak kami. Ternyata ada sarana transportasi berupa sepeda untuk memudahkan nakses jaklan ke ruangan yang lebih jauh. Yang biasanya di rumah sakit memakai lift, kini beda dengan RSUD Kodya Semarang. Santai, tenang, rindang, penuh nuansa hijau itulah suasana yang ada disana. Bahkan bisa juga disebut menyerupai arena rekreasi. Dari situ, kami mulai merasa agak tenang. Tetapi masih tetap saja ada unsur deg-degan di dalamnya. Setelah menunggu beberapa menit sambil duduk, akhirnya datang waktu penyerahan juga. Penyerahanpun dimulai. Kesan pertama ketika kami melihat dan mendengarkan para CI ruangan ternyata sangatlah ramah dan welcome dengan kita. Suasananya sangat hangat sekali meskipun kami beliu pernah bertemu sebelumnya. Lagi-lagi rasa takut didada sedikit terkurangi. Setelah dibri tahu tentang tata tertib yang ada, kita dibacakan rungan mana saja yang akan kita tempati. Ternyata 1 kelompok kami dibagi menjadi 2 ruang yaitu ruang HCU ( High Care Unit ) dengan Ibu Ananti sebagai Cinya beserta ruangan IGD dengan Ibu Yuci S. Kep, NS dengan pembagian 5 praktikan peruang. Setelah itu kami diorientasikan ruang yang akan kita tempati terlebih dulu. HCUlah yang menjadi tempat praktik kami untuk yang pertama kali. HCU merupakan ruang perawatan untuk orang-orang yang membutuhkan penanganan lebih khusus dan serius. Pertama-tama kita dikenakan dengan para perawat yang jaga. Meskipun agak sedikit canggung, kami berusaha terlihat biasa dihadapan beliau.beliau amat sangat ramah sekali. Tidak ada wajah yang menakutkan diantara beliau. Setelah itu, kami diberi jadwal sift.
  • piket pagi masuk pada jam 07.00 – 14.00WIB
  • piket siang masuk pada jam 14.00 – 21.00 WIB
  • piket malam masuk pada jam 21.00 – 07.00WIB
Kebetulan saya dapat sift siang untuk yang pertama kali. Bagi yang sift siang diperbolrhkan pulang terlebih dahulu supaya tidak kecape'an nantinya.
Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB, kami yang sift siangpun berangkat. Hati semakin mantap untuk belajar dan belajar meskipun ketakutan dalam hati masih ada. Setelah masuk ruangan, bertemu dengan perawat barupun kami berlagak seolah-olah sudah berpengalaman praktik, padahal belum pernah praktik sama sekali dan aslinya juga dalam hati masih sangat bingung sekali untuk melakukan apa setelah ini. Setelah agak lama berbincang-bincang kami diajak perawatnya untuk merawat pasien. Kami benar-benar dibimbing dan diberi kepercayaan untuk melakukan berbagai prasat. Mungkin karena tampang kita yang meyakinkan ^_^. Waktu terus berjalan dan semakin fahamlah kita mengenai apa yang harus kita lakukan. Semua yang ada difikiran kami ternyata bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. 180 derajat sangatlah berbeda. Disana kita diajarkan untuk santai tapi pasti. Beliau awal-awal benar-benar membimbing dengan sabar. Dan pada akhirnya kita memang diberi kepercayaan untuk membantu meskipun langsung pada [asie yang benar-benar kritis. Pasien yang pertama kali kita rawat yaitu Tn. G , Tn. M , Ny. SR dan Tn. K. Setelah hari demi hari terlampaui, kedekatan bak keluarga antara perawat dan kamipun terjadi. Kini yang kami rasakan tentunya yaitu kenyamanan dalam menimba ilmu selama praktik, tanpa ada ada rasa takut dalam hati.

Seperti itulah sepenggal cerita tentang pengalaman praktik KDPK di RSUD Kodya Semarang. Semoga ilmu yang Bapak dan Ibu perawat berikan, bermanfaat bagi kami dan orang lain. Untuk Bapak Ibu pasien, asemoga beliau diberikan kesembuhan dari Allah SWT. Amin,,,,,,. Pengalaman ini akan menjadi pengalaman yang amat sangat berharga bagi perjalanan hidup ini. Cerita yang diduga-duga pahit bak GARAM, kini ternyata sebenarnya kebahagiaan yang diibaratkan GULA,,,,,,

Awal datangnya kegagalan bukan dari tindakan kita yang salah, melainkan dari fikiran kita yang takut akan kegagalan sebelum melakukan tindakan. So , mari kita selalu optimis dalam menjalani kehidupan ini,,, ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar