PENGALAMAN
PRAKTIK KDPK di RSUD KODYA SEMARANG
Kusangka
Garam Ternyata Gula
Tara,,,,,masih
berjumpa lagi nich dengan blog novita si endut. Pada kesempatan kali
ini novi akan bercerita tentang pengalaman praktik KDPK ( Ketrampilan
Dasar Praktik Klinik ) yang tepatnya di RSUD Kodya Semarang. Yaitu
Rumah Sakit paling top diantara yang terngetop.^_^. Untuk itu,mari
kita simak sepenggal cerita dari novi berikut ini.
Tanggal
21 Mei- 16 Juni itulah hari yang dijadwalkan pada mahasiswi tingkat I
semester II prodi DIII Akbid Pemkab Kudus jalur reguler jauh sebelim
bulan Mei datang. Tiga bulan sebelum berangkat praktik,jadwal dimana
tempat kita akan berpraktik mulai diedarkan. Yang dulunya pada
penasaran mengenai tempat praktiknya, kini terjawablah sudah. Ketika
baca-baca dan baca, ternyata saya dapat di RSUD Kodya Semarang.
Ditengah-tengah suasana yang penuh histeris,saya hanya bisa termenung
dengan prosentase 60% seneng dan 49% sedih. 60% seneng karena
terbebas dari rumah sakit yang selama ini banyak ditakutkan oleh
mahasisiwi. Sedangkan 40% sedih dikarenakan saya belum tau karakter
rumah sakit yang akan saya tempati. Karena pada tahun-tahun
sebelumnya rumah sakit di semarang khususnya RSUD Kodya sudah lama
tidak ditempati.pada tahun ini rumah sakit yang ditempati diantaranya
yaitu ;
- Wilayah Kudus * RS Daerah Kudus dan * RSI NU Kudus
- Wilayah Demak *RSUD Sunan Kalijaga Demak dan * RSI NU Demak
- Wilayah Jepara * RSUD R.A Kartini Jepara dan * RSUD Kelet Prov Jateng
- Wilayah Rembang *RSUD dr. R. Soetrasno Rembang
- Wilayah Semarang * RSUD Kodya Semarang dan * RSU Tugu Rejo Semarang
Dari
ke-9 rumah sakit tersebut ada 7 RS yang menjadi langganan rutin untuk
praktik kecuali RS wilayah Semarang.
Dimana
teman-teman yang mendapatkan salah satu dari ke-7 RS tersebut dapat
mulai belajar memehami RS yang akan ditempati dari kakak tingkat.
Sedangkan saya hanya menjadi pendengar setia dari cerita teman-teman
mengenai RS yang akan mereka tempati. Dari cerita-cerita tersebut
dapat saya ambil sedikit pelajaran meskipun bukan dari RS yang akan
saya tempati. Disamping itu juga ada rasa ketakutan dalam hati yang
berfikir enggak-enggak tentang RS Kodya. Setelah hari demi hari
terlewati,minggu demi minggu terlampaui, dan bulan demi bulan
terlalui, rasa deg-degan takut sedih,risau,tak ketinggalan pula rasa
GALAU. Rasanya campur aduk menjadi satu.
Selama
H-7 sampai H-2 jantung terasa lebih berdetak semakin kencang seperti
genderang yang mau perang.(kayak lagunya Ahmad Dani). Ketika H-1
tepatnya hari minggukeyika di rumah saya minta di do'ain macem-macem
oleh Bapak Ibu. Sore kembali keasrama dab pada malam harinya kita
memulai untuk packing-packing. Dan itulah puncak dari rasa ketakutan
(kata orang-orang pinter itu namanya syndroma pra praktek). Mulai
dari awal packing-packing badan rasanya lemes semua. Lagi-lagi
jantung terasa berdetak lebih kencang, dan darah mengalir lebih deras
dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Kami hanya bisa pasrah
menghadapi nasib kedepan. Kalau enak yah alhamdulillah, kalau kurang
enak yah masyaallah (^_^).
Pagi
jam 04.30 kami sekelompok mulai bersiap-siap. O iya lupa, kami satu
kelompok ini mterdiri dari 10 orang. Diantaranya yaitu: saya sendiri
( Novita Sari), Lina Reksani, Messayu Alisa P, rISTI a, Shopita A,
Bunga A, Cintya A, Ratna DJ, Ulyatus S dan yang terakhir Willy
Aditya. Kami bersepuluh berangkat pada jam 06.00 WIB bersama bu Diah
Anggraeni AMK sebagai koordinator praktik KDPK dan pak Sys sebagai
driver dari mobil L300 yang kami tumpangi. Dapat kita banyangkan,
ternyata mobil begitu besrnya untuk memuat 10 orang mahasiswa beserta
barang-barangnya alhamdulillah cukuplah sesak ^_^. Ruang gerak di
dalam mobil sangatlah terbatas. Lagi-lagi kita harus bersabar
menerima apa yang terjadi. Pasti ada hikmah dibalik semua ini.
Setelah
menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, akhirnya sampai juga
di RSUD Kodya Semarang. Langkah demi langkah kumantapkan hati.
Sebelum sampai ketempat penyerahan kami sempat dibuat tercengang oleh
kejadian yang amat sangat tidak pernah terlintas sedikitpun di benak
kami. Ternyata ada sarana transportasi berupa sepeda untuk memudahkan
nakses jaklan ke ruangan yang lebih jauh. Yang biasanya di rumah
sakit memakai lift, kini beda dengan RSUD Kodya Semarang. Santai,
tenang, rindang, penuh nuansa hijau itulah suasana yang ada disana.
Bahkan bisa juga disebut menyerupai arena rekreasi. Dari situ, kami
mulai merasa agak tenang. Tetapi masih tetap saja ada unsur deg-degan
di dalamnya. Setelah menunggu beberapa menit sambil duduk, akhirnya
datang waktu penyerahan juga. Penyerahanpun dimulai. Kesan pertama
ketika kami melihat dan mendengarkan para CI ruangan ternyata
sangatlah ramah dan welcome dengan kita. Suasananya sangat hangat
sekali meskipun kami beliu pernah bertemu sebelumnya. Lagi-lagi rasa
takut didada sedikit terkurangi. Setelah dibri tahu tentang tata
tertib yang ada, kita dibacakan rungan mana saja yang akan kita
tempati. Ternyata 1 kelompok kami dibagi menjadi 2 ruang yaitu ruang
HCU ( High Care Unit ) dengan Ibu Ananti sebagai Cinya beserta
ruangan IGD dengan Ibu Yuci S. Kep, NS dengan pembagian 5 praktikan
peruang. Setelah itu kami diorientasikan ruang yang akan kita tempati
terlebih dulu. HCUlah yang menjadi tempat praktik kami untuk yang
pertama kali. HCU merupakan ruang perawatan untuk orang-orang yang
membutuhkan penanganan lebih khusus dan serius. Pertama-tama kita
dikenakan dengan para perawat yang jaga. Meskipun agak sedikit
canggung, kami berusaha terlihat biasa dihadapan beliau.beliau amat
sangat ramah sekali. Tidak ada wajah yang menakutkan diantara beliau.
Setelah itu, kami diberi jadwal sift.
- piket pagi masuk pada jam 07.00 – 14.00WIB
- piket siang masuk pada jam 14.00 – 21.00 WIB
- piket malam masuk pada jam 21.00 – 07.00WIB
Kebetulan
saya dapat sift siang untuk yang pertama kali. Bagi yang sift siang
diperbolrhkan pulang terlebih dahulu supaya tidak kecape'an nantinya.
Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB, kami yang sift siangpun berangkat.
Hati semakin mantap untuk belajar dan belajar meskipun ketakutan
dalam hati masih ada. Setelah masuk ruangan, bertemu dengan perawat
barupun kami berlagak seolah-olah sudah berpengalaman praktik,
padahal belum pernah praktik sama sekali dan aslinya juga dalam hati
masih sangat bingung sekali untuk melakukan apa setelah ini. Setelah
agak lama berbincang-bincang kami diajak perawatnya untuk merawat
pasien. Kami benar-benar dibimbing dan diberi kepercayaan untuk
melakukan berbagai prasat. Mungkin karena tampang kita yang
meyakinkan ^_^. Waktu terus berjalan dan semakin fahamlah kita
mengenai apa yang harus kita lakukan. Semua yang ada difikiran kami
ternyata bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. 180 derajat
sangatlah berbeda. Disana kita diajarkan untuk santai tapi pasti.
Beliau awal-awal benar-benar membimbing dengan sabar. Dan pada
akhirnya kita memang diberi kepercayaan untuk membantu meskipun
langsung pada [asie yang benar-benar kritis. Pasien yang pertama kali
kita rawat yaitu Tn. G , Tn. M , Ny. SR dan Tn. K. Setelah hari demi
hari terlampaui, kedekatan bak keluarga antara perawat dan kamipun
terjadi. Kini yang kami rasakan tentunya yaitu kenyamanan dalam
menimba ilmu selama praktik, tanpa ada ada rasa takut dalam hati.
Seperti
itulah sepenggal cerita tentang pengalaman praktik KDPK di RSUD Kodya
Semarang. Semoga ilmu yang Bapak dan Ibu perawat berikan, bermanfaat
bagi kami dan orang lain. Untuk Bapak Ibu pasien, asemoga beliau
diberikan kesembuhan dari Allah SWT. Amin,,,,,,. Pengalaman ini akan
menjadi pengalaman yang amat sangat berharga bagi perjalanan hidup
ini. Cerita yang diduga-duga pahit bak GARAM, kini ternyata
sebenarnya kebahagiaan yang diibaratkan GULA,,,,,,
Awal
datangnya kegagalan bukan dari tindakan kita yang salah, melainkan
dari fikiran kita yang takut akan kegagalan sebelum melakukan
tindakan. So , mari kita selalu optimis dalam menjalani kehidupan
ini,,, ^_^
